Hikmah dari Hilangnya Sebuah Dompet

Nun di negeri antah berantah, seorang anak punggawa kerajaan negeri dongeng telah kehilangan dompet. Ceriteranya ia membeli jus dan ketinggalan dompet di warung tersebut. Di dalam dompet ada sejumlah uang, dan surat-surat berharga seperti ATM, STNK, SIM dan KTP. Ia baru sadar dompetnya hilang ketika sudah sampai di rumah kontrakannya. Lalu ia kembali kesana dan menanyakan kepada penjual jus apakah melihat dompetnya. Ia ceriterakan cicir-ciri dompetnya. Penjual jus bilang tidak tahu. Sang anak meninggalkan nomor telpon kalau-kalau nanti ketemu dompetnya.

Dua hari ia berkutat, akhirnya tidak tahan lalu telpon ke orangtuanya. Menceritakan musibah. Orang tuanya pun ikut sibuk. Mereka menyuruh anaknya untuk mengurus surat kehilangan dari polisi. Mereka juga ikut mengurus surat-surat berharga. Setelah kalang kabut selama 6 hari, akhirnya penjual jus telpon ke anak tersebut bahwa dompetnya telah ditemukan. Alhamdulillah! Sesuai pesan orangtuanya, anak tersebut tidak tanya apa-apa. Yang penting surat-surat berharganya ditemukan, meskipun uang sebesar lima ratusan ribu raib.

Dalam setiap kejadian, ada hikmah dibalik itu. Demikian pula dengan peristiwa naas di atas, antara lain:

  1. Sang anak mestinya untuk hari-hari berikutnya akan hati-hati. Tidak teledor. Sudah berulang kali ia teledor. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran yang amat berharga.
  2. Anak jadi berpengalaman mengurus beberapa hal yang sebelumnya mungkin kurang pede.
  3. Sang anak jadi lebih menyadari bahwa hidup ini perlu bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat dan saling tolong menolong dalam kebenaran. Mudah-mudahan ia menjadi semakin aktif dalam bersosialisasi/bergaul dengan sesama.
  4. Jalinan antara anak dan orangtua menjadi lebih erat, dikarenakan komunikasi yang intensif dalam upaya memecahkan masalah di atas.
  5. Anak dan orangtuanya lebih intensif beribadah dan berdoa serta berusaha dengan tingkat kepasrahan yang lebih tinggi dari sebelumnya.
  6. Lebih menyadari bahwa manusia itu lemah dan memerlukan tempat bergantung, tempat bercuhat, tempat mengadu. Tak ada tempat bergantung yang dapat dipercaya selain Allah s.w.t.
  7. Mudah-mudahan lebih kejadian ini mereka menjadi keluarga yang lebih taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Demikianlah, sering kali manusia tidak tahu bagaimana cara Allah memberi pelajaran kepada manusia. Dibalik semua musibah In Syaa Allaah ada pelajaran bagi manusia yang beriman. Oleh sebab itu, berpikir positif kepada Allah dalam menghadapi musibah adalah sikap yang terbaik.  Kita harus menyadari betapa semua yang kita miliki adalah titipan Allah. Semua titipan itu dalam sekejap bisa hilang jika Allah menghendaki. Oleh sebab itu, kita harus bisa memanfaatkan titipan yang ada pada diri kita untuk kegiatan-kegiatan yang diridlai oleh Allah. Semoga kita semua menjadi hamba Allah yang selalu bersyukur atas segala nikmat-Nya. Mari kita evaluasi diri kita, sejauh mana kita memedomani Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita selalu perbaiki diri kita masing-masing. Semoga kita menjadi orang yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat, aamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s