MOHON MAAF

Iklan di luar kendali dan tanggungjawab saya, karena itu dikirim oleh wordpress. Jadi saya tidak bisa menghilangkannya. Untuk itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, jika ada iklan-iklan yang tidak berkenan di hati pembaca.

Terima kasih.

Urip Santoso

Iklan

Kontes Ayam Burgo

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kontes ayam burgo di Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Kontes dibagi menjadi dua ketegori, yaitu ayam burgo turunan yang masih sangat mirip dengan ayam hutan merah (keturunan F1, F2 dan F3) dan ayam burgo turunan yang lebih banyak karakteristik ayam kampung (F4 ke atas). Ayam burgo dinilai penampakan morfologi dan suara kokoknya. Kontes ayam burgo ini sepengetahuan saya yang pertama kali di Bengkulu. Rencananya, Pemerintah Daerah Propinsi juga akan menyelenggarakan kontes ayam burgo ini bulan Oktober 2015 mendatang.

Untuk lebih mendalami ayam burgo (brugo) dan ayam hutan merah lihat di sini. Empat jenis ayam hutan yang sudah langka di sini. Gambar ayam hutan hijau di sini. Gambar ayam hutan merah di sini. Gambar ayam hutan kelabu di sini. Ayam hutan Srilangka di sini.

Harta yang Dititipkan kepada Manusia Akan Dipertanggungjawabkan

Assalamu’alaikum wr. Br.

Alhamdulillaahi robbil’aalamiin. Wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyrofil ambiyaai walmursaliina sayyidinaa wamaolaana muhammad. Wa ‘alaa aalihi washohbihi ajma’iin. Ammaa ba’du.

Allahamdulillah pada kesempatan ini kami dapat bertemu dengan bapak dan ibu dan saudara-saudara yang dirahmati dan dimuliakan Allah. Harapan kami semoga pertemuan ini tercatat sebagai amal salih yang nantinya dapat menolong kita di hari perhitungan amal. Amin. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, beserta keluarga dan para sahabat serta pengikutnya sampai akhir zaman. Baca lebih lanjut

Apakah Menulis Ilmiah Perlu Bakat?

Jawaban 1:

Di dalam emngembangkan sebuah kemampuan dalam menulis karya ilmiah sebenarnya tidak dibutuhkan bakat melainkan sebuah dorongan atau situasi/suasana yang bisa memotivasi untuk terus menerus menulis sebuah karya ilmiah dan bisa juga memanfaatkan media sebagai dorongan untuk mengasah kemampuan menulis karya ilmiah, dengan kata lain menulis suatu karya ilmiah bukanlah bakat melainkan kebiasaan yang terlatih yang terus menerus diasah. Apabilai kita rajin berlatih menulis karya ilmiah, maka secara otomatis kemampuan pun akan semakin berkembang seiring dengan banyaknya pengalaman menulis. Perkembangan kemampuan menulis dalam karya ilmiah kita ditandai dengan pengolahan kata yang tepat dan pemilihan kata yang efektif. Salah satu cara untuk memastikan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah kita berkembang dengan membandingkan setiap karya tulisan yang pernah kita buat sehingga meningkatkan keseriusan dan ketulusan serta kesungguhan. Pada kenyataannya, menulis sebuah karya ilmiah itu hanya membutuhkan disiplin menulis dan kesungguhan untuk menetapkan karya tulis.

Dalam menulis sebuah karya ilmiah juga melancarkan kinerja pikiran dalam arti kita dituntut berpikir lebih luas, lebiah rasional dan tidak selalu mengikuti bahasa baku melainkan berpikir menciptakan ide-ide yang baru. Langkah awal kita yang bisa dilakukan yaitu menumpahkan semua isi pikiran sampai tuntas tanpa memperhatikan pilihan kata, ejaan yang salah, susunan kalimat dan lainnya, sehingga untuk kalimat, kata yang buruk kita dituntut untuk benar-benar berpikir dan harus bisa mengubah menjadi sebuah  karya ilmiah yang indah dengan cara kita harus pintar menyusun kalimat dengan baik. Hal yang harus kita pahami dan supaya ada dorongan dan motivasi pada diri kita sendiri yaitu dengan mengingat bahwa menulis karya ilmiah itu tidak sulit namun juga tidak begitu mudah. Seperti profesi lain, bisa dipelajari dan menulis karya ilmiah ini tidak ada hubungannya dengan bakat, namun kompetensi. Jika bakat pun dibutuhkan hanya 10%, sementara 90% nya yang dibutuhkan adalah niat dan kemauan.

Jawaban 2:,

Bakat tidak mutlak dibutuhkan dalam menulis karya ilmiah. Semua orang mempunyai kemampuan menulis, hanya tingkatannya yang berbeda-beda. Nah, dalam menulis karya ilmiah yang dibutuhkan adalah kompetensi keilmuan yang memadai, kemampuan menulis karya ilmiah, membaca secara rutin tentang bidang ilmu yang sesuai dengan kompetensinya, berlatih secara terus menerus tanpa mengenal putus asa. Kompetensi keilmuan dapat diasah dengan banyak membaca jurnal ilmiah yang bermutu dan mengikuti berbagai event/seminar yang relevan. Kemampuan menulis dapat diasah dengan langkah awal mempelajari teknik menulis artikel ilmiah, mempelajari contoh-contoh artikel ilmiah di jurnal-jurnal ilmiah. Langkah berikutnya adalah berlatih menulis karya ilmiah secara berkesinambungan. Selanjutnya hasil karya tersebut dicoba dikirmkan di jurnal ilmiah pada tingkat level yang setara dengan karya ilmiah yang dihasilkan. Jika ditolak, maka harus dipelajari alasan ditolaknya dan lakukan perbaikan-perbaikan. Begitu seterusnya, sampai karya ilmiah kita dapat dipublikasikan di jurnal dari level yang paling rendah sampai yang tingkat tinggi.

Bagaimana dengan jawaban pembaca? Silahkan tulis dikolom komentar

PENANGGULANGAN LIMBAH PETERNAKAN UNTUK MENGURANGI DAMPAK NEGATIF TERHADAP LINGKUNGAN

ANDREAS HUBRI SIMATUPANG

 1.1 Latar belakang 

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat maka meningkat pula kebutuhan akan pangan. Selain  karbohidrat  yang didapat  dari hasil – hasil pertanian, untuk pertumbuhan manusia juga membutuhkan protein hewani yang didapat dari sektor peternakan. Hasil peternakan mulai berkembang dan tumbuh dari waktu ke waktu. Walaupun demikian populasi sapi perah maupun sapi potong mengalami peningkatan. Secara Nasional menurut pendataan Sapi Potong, Sapi Perah dan Kerbau 2011, diperoleh angka 14,8 jt ekor untuk Sapi Potong dan 597,1 ribu ekor untuk Sapi Perah (Kementerian Pertanian, 2012). Menurut (Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2012), secara nasional kebutuhan daging  sapi  dan  kerbau tahun 2012 untuk konsumsi dan industri sebanyak 484 ribu ton, sedangkan ketersediaannya sebanyak 399 ribu ton (82,52%) dicukupi  dari  sapi  lokal, sehingga   terdapat   kekurangan   penyediaan   sebesar 85 ribu ton (17,5%). Kekurangan ini dipenuhi dari impor berupa sapi bakalan dan daging yaitu sapi bakalan sebanyak 283 ribu ekor (setara dengan daging 51 ribu ton) dan impor daging beku sebanyak 34 ribu ton.

Baca lebih lanjut

Seri Masalah dalam Kehidupan Sehari-hari Mahasiswa (Bagian 1)

Setiap makhluk hidup pasti menghadapi masalah, tidak terkecuali manusia. Dalam sehari mungkin kita selalu menghadapinya. Satu hal yang harus disadari bahwa masalah yang terjadi harus dipecahkan, bukan kemudian lari dari masalah. Sebab masalah itu ada dimana-mana. Jika kita lari dari satu masalah, maka di tempat kita lari akan kita hadapi masalah juga.

Jadi, jika kita menghadapi masalah, maka kita harus menyelesaikannya. Orang yang sukses adalah orang yang berani menghadapi masalah dan mencari solusi agar masalah itu bisa diselesaikan dengan baik. Semakin sukses seseorang maka akan semakin banyak masalah yang dihadapinya.

Satu contoh masalah (kasus 1): Mahasiswa menghadapi miskomunikasi dengan dosen. Jika mahasiswa membiarkan saja, maka bisa jadi masalah ini akan terus berkembang menjadi masalah yang besar yang dapat menghambat studinya. Masalahnya mahasiswa ini takut menghadap dosen tersebut.  Sering kali terjadi mahasiswa justru menakut-nakuti dirinya sendiri, sehingga ia menjadi khawatir yang menyebabkan ia menghindari masalah. Padahal mungkin tidak sebesar itu masalahnya.

Dalam kasus ini mahasiswa bisa berkomunikasi dengan pembimbing akademik (PA) dan mencoba menjelaskan masalah miskomunikasi dengan dosen X. PA bisa memberikan beberapa alternatif sekaligus, yaitu mahasiswa disarankan menghadap dosen X dan menjelaskan miskomunikasi tersebut dan PA juga melakukan komunikasi dengan dosen X. Dalam hal ini PA bisa memberikan arahan bagaimana menjelaskan masalah tersebut dengan dosen X.

Setelah dilakukan komunikasi dua arah, maka masalah miskomunikasi terpecahkan. Dosen X menjadi paham, dan mahasiswa menjadi lega.

Pola Makan Selama Berpuasa

Oleh: Urip Santoso

Jika kita amati pola makan sebagian besar umat Islam, maka akan kita dapati pola makan yang kurang sehat. Jika kita mengintip sejenak, meja makan menjelang berbuka, wah banyak sekali macam makanan. Ada cendol, es teler, bermacam kue, aneka lauk-pauk dan segala macam makanan telah terhidang. Sepuluh menit menjelang berbuka semua anggota keluarga telah mengitari meja makan, dan telah memilih jenis makanan baginya. Rasanya semua makanan yang ada mau dilahapnya habis. Nah, begitu adzan maghrib berkumandang, maka langsung makan sekenyang-kenyangnya.

Pola makan yang demikian kurang sehat. Mengapa? Pertama, usus dan organ-organ lain sebelumnya dalam kondisi ringan bekerja. Tiba-tiba, saat berbuka mereka harus bekerja keras. Ini tentu saja dapat menjadi salah satu sebab kelainan pada fungsi organ tersebut terutama saluran pencernaan. Kedua, pola makan yang demikian akan dapat meningkatkan secara drastis beberapa senyawa kimia dalam tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan seperti di atas meningkatkan secara drastis kadar trigliserida, kolesterol, glukosa dan asam urat. Hal ini mengakibatkan di akhir bulan puasa kadar zat-zat tersebut meningkat di atas normal. Saya yakin, pola makan yang biasa dipraktekkan dapat mengakibatkan kelainan pada tubuh meskipun mungkin tidak parah. Jadi, pola makannya seperti apa? Ketika berbuka makanlah makanan yang mudah memberikan energi (seperti kurma, pisang dll.) sedikit saja. Ini untuk merangsang saluran pencernaan dan organ lain bersiap-siap beraktivitas kembali. Organ dalam mulai bekerja pada skala ringan terlebih dahulu. Baru setelah kita sholat kita makan sesuai dengan kebutuhan gizi dan tidak berlebihan. Rasul menganjurkan bahwa kita makan paling banyak sepertiga dari kapasitas usus kita, yang sepertiga untuk air dan yang sepertiga lainnya untuk udara. Ketika sahur juga makan sesuai dengan kebutuhan gizi agar kita bisa berpuasa dengan baik tanpa mengganggu aktivitas kita sehari-hari.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pola minum selama bulan Ramadhan. Jika kita amati, selama berbuka banyak diantara kita yang cenderung kurang minum. Apalagi ketika sahur. rasanya malas untuk makan dan minum. Akan tetapi pola minum yang kurang sehat ini dapat mengakibatkan  tubuh anda mengalami dehidrasi dan gangguan pada ginjal. Nah, agar puasa kita dapat meningkatkan kesehatan jasmani kita, maka pola minum ini juga perlu diperhatikan. Anda dapat minum paling sedikit 8 gelas (satu gelas  250 cc) selama berbuka. Sewaktu berbuka anda misalnya minum satu gelas, makan kurma beberapa biji, sholat, dan kemudian makan dan setelah makan minum lagi satu gelas. Kemudian menjelang berangkat tarawih anda minum satu gelas lagi. Pulang tarawih saya yakin anda masih beraktivitas. Nah saat itu anda dapat minum 2-3 gelas air. Ketika sahur usahakan anda minum 2-3 gelas juga. Misalnya sebelum sahur minum satu gelas, sesudah makan satu gelas, dan menjelang subuh satu gelas lagi. Ini hanyalah contoh pola minum. Anda dapat saja mengaturnya sesuai dengan kebutuhan anda. Yang penting paling sedikit 8 gelas. Dengan pola minum seperti ini diharapkan dehidrasi dan gangguan ginjal dapat dicegah.

Saya yakin, jika pola makan dan minum anda teratur dan sesuai dengan kebutuhan, maka puasa anda akan dapat membantu meningkatkan kesehatan jasmani anda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat: 1) mengurangi laju penuaan, 2) memperpanjang umur fisiologis sel, 3) penurunan lemak tubuh, 4) menurunkan stress, 5) peningkatan pengendalian diri. Jadi puasa yang benar akan menyehatkan jasmani dan rohani kita.

Lima tips berpuasa: 1) niat, 2) sahur-berbuka, 3) pilih makanan yang sehat dan bergizi, 4) obat-obatan tidak diperlukan, 5) olahraga fisik ringan.

Hidup adalah Pilihan

Dalam suatu ceramah ustadz Abdul Somad menyatakan hidup itu pilihan. Pilihlah ketika ada pilihan, tetapi terimalah ketika tidak ada kesempatan memilih.

Saya coba bahas yang terakhir dulu, yaitu ketika tidak ada pilihan. Kita hidup di zaman now. Tidak ada pilihan! Kita tidak perlu berandai-andai. Kita tidak usah berandai-andai jika saya lahir pada zaman Rasulullah. Kita terima karunia Allah ini, yaitu hidup di zaman now. Caranya? Ya dengan mensyukuri segala nikmat yang dianugerahkan kepada kita. Syukur di hati, syukur di kata-kata, syukur dalam sikap dan perbuatan.

Akan tetapi ketika ada kesempatan memilih, maka disinilah kita bebas memilih dengan segala konsekwensinya. Kita bisa memilih jadi muslim atau non muslim. Kita bisa memilih jadi muslim yang taat atau tidak taat. Kita bisa memilih bergaul dengan orang baik atau dengan orang jahat. Kita bisa memilih dekat dengan ulama atau tidak. Kita juga bisa memilih siapa yang menjadi sahabat dll.

Jadi, pilihan ada pada kita. Oleh sebab itu, sebelum menentukan pilihan kita harus kaji secara mendalam. Bagi manusia, ada 2 pilihan mau jadi orang beriman kepada Allah atau menjadi orang tidak beriman. Masing-masing tentu saja ada konsekwensinya. Setelah memilih beriman, maka berikutnya adalah mau membuktikan bahwa ia beriman atau tidak mau membuktikan. Setelah memilih mau membuktikan, maka pilihannya adalah mau istiqomah atau tidak, dan seterusnya (bersambung)