Kontes Ayam Burgo

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kontes ayam burgo di Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Kontes dibagi menjadi dua ketegori, yaitu ayam burgo turunan yang masih sangat mirip dengan ayam hutan merah (keturunan F1, F2 dan F3) dan ayam burgo turunan yang lebih banyak karakteristik ayam kampung (F4 ke atas). Ayam burgo dinilai penampakan morfologi dan suara kokoknya. Kontes ayam burgo ini sepengetahuan saya yang pertama kali di Bengkulu. Rencananya, Pemerintah Daerah Propinsi juga akan menyelenggarakan kontes ayam burgo ini bulan Oktober 2015 mendatang.

Untuk lebih mendalami ayam burgo (brugo) dan ayam hutan merah lihat di sini. Empat jenis ayam hutan yang sudah langka di sini. Gambar ayam hutan hijau di sini. Gambar ayam hutan merah di sini. Gambar ayam hutan kelabu di sini. Ayam hutan Srilangka di sini.

Kearifan Nutrisi pada Hewan

Kearifan nutrisi adalah kemampuan  hewan dalam memilih bahan-bahan pakan sesuai dengan kebutuhan nutrisinya. Di alam banyak hewan yang mempunyai kemampuan ini. Kemampuan ini didorong secara biologis dan naluri. Mungkin Anda pernah melihat seekor ayam mematuk-matuk pasir. Anda anggap itu hal biasa. Padahal ada tujuannya. Ayam memang sengaja mematuk pasir atau sejenisnya. Pasir atau yang mirip dengannya itu ternyata sangat dibutuhkan oleh ayam untuk membantu memecahkan dan mencerna pakan yang dimakannya.

Kita ambil contoh lain! Jika ayam yang di kandang diberi bahan pakan lebih dari satu, maka ayam akan memilih dan menyeleksi bahan pakan yang dimakannya. Seberapa banyak mereka harus memakannya. Hasilnya, ayam lebih sehat dan dagingnya mempunyai kualitas daging yang bagus. Memang badannya lebih langsing. Deposisi lemaknya akan lebih sedikit. Lain halnya jika ayam diberi pakan tunggal. Mereka tidak dapat memilih. Hasilnya, badan lebih gemuk tidak proporsional, deposisi lemaknya tinggi, dan mudah terkena berbagai penyakit.

Secara biologis, hewan akan berhenti makan jika kebutuhan  nutrisinya telah tercukupi. Itulah sebabnya, hewan akan berusaha memilih bahan pakan agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Di alam bebas dimana bahan pakan masih tersedia banyak dengan berbagai jenis pakan, hewan akan berusaha memilih bahan pakan agar terpenuhi kebutuhan nutrisinya.

Nah, ketika hewan dikandangkan dan diberi pakan tunggal mereka tidak bisa memilih lagi. Pada kondisi ini, hewan akan berhenti makan jika kebutuhan energinya telah terpenuhi. Nah, jika formula pakan yang dibuat tidak seimbang nutrisinya, maka hewan akan kekurangan nutrisi.

OK itu pada hewan, yang hanya secara naluri dan biologis berusaha memenuhi kebutuhan gizinya untuk peumbuhan dan aktivitas yang optimal. Inilah yang disebut dengan nutritional wisdom atau yang saya terjemahkan menjadi kearifan nutrisi.

Bagaimana dengan manusia? Adakah manusia juga mempunyai kearifan nutrisi ini? Saya berpendapat bahwa secara naluri dan biologis ya ada walau sepertinya lebih rendah daripada hewan. Namun, berbeda dengan hewan, manusia selain mempunyai kebutuhan juga mempunyai keinginan. Sering kali manusia lebih mengedepankan keinginan (nafsu makan) daripada kebutuhan nutrisinya. Untuk mempertajam kearifan nutrisi, manusia memerlukan ilmu dan pengetahuan tentang nutrisi yang dibutuhkannya. Sayangnya banyak manusia yang kurang memperhatikan tentang hal ini.

Manusia seringkali lebih mengedepankan keinginan semata atau seleranya, sehingga tampak mereka kurang bisa memilih makanan mana yang lebih baik dikonsumsi. Banyak orang yang lebih memilih cabe daripada daging ayam, hanya untuk memenuhi seleranya. Banyak orang yang lebih memilih rokok daripada memilih telur untuk dikonsumsinya. Banyak orang yang lebih memilih rasa daripada nilai nitrisi suatu makanan, sehingga mereka memasak makanan lama sekali untuk mendapatkan rasa yang enak. Padahal makanan yang dimasak sangat lama akan merusak zat gizinya, sehingga nilai nitrisinya rendah dan kurang bermanfaat bagi tubuh.

Mari kita perhatikan apa yang kita makan. Mari kita lebih arif dalam mengkonsumsi makanan, agar kita memperoleh manfaat yang maksimal serta kesehatan yang maksimal pula. Masak sih kita kurang arif dalam meilih makanan jika dibandingakan dengan hewan!

SISTEM PERTANIAN BIOINDUSTRI BERBASIS INTEGRASI PADI-SAPI DI PROVINSI BENGKULU

Yartiwi

Email : yartiwi.bptpbengkulu@yahoo.com

 ABSTRAK

Sistem pertanian bioindustri memandang lahan pertanian tidak semata-mata merupakan sumberdaya alam, namun juga dipandang sebagai industri yang memanfaatkan seluruh faktor produksi untuk menghasilkan pangan untuk ketahanan pangan maupun produk lain yang dikelola menjadi bioenergi serta bebas limbah dengan menerapkan prinsip mengurangi, memanfaatkan kembali, dan mendaur ulang (reduce, reuse dan recycle). Sistem pertanian-bioindustri adalah untuk menghasilkan pangan sehat, beragam dan cukup. Sebagai Negara dengan sumber kenaekaragaman hayati sangat tinggi dengan masyarakatnya yang juga sangat plural, maka system pertanian pangan harus mampu memanfaatkan pangan yang beragam untuk kebutuhan masyarakat beragam sesuai dengan potensi dan karakteristik wilayahnya. Prinsip dari konsep bioindustri adalah proses produksi yang mampu menghilangkan dampak polusi dan sekaligus menawarkan berbagai produk yang tidak merusak lingkungan. Jadi konsep ini menyediakan berbagai siklus produk melalui proses produksi yang tidak menghasilkan polusi dan tidak ada akhir dari sebuah produk setelah selesai digunakan, dan tidak menjadi sampah. Produk-produk dalam suatu proses akan menjadi residual yang tetap dapat digunakan kembali sebagai input bagi proses lainnya yang biasa disebut zero waste. Selain untuk kebutuhan pangan sehat, pertanian-bioindustri ditujukan untuk menghasilkan produk- produk bernilai tinggi. Pilihan prioritas pengembangan produk- produk pertanian-bioindustri dilandasi pertimbangan nilai tambah tertinggi yang dimungkinkan dari proses biorefinery. Orientasi pada pengembangan produk- produk bernilai tambah tinggi akan menciptakan daya saing pertanian-bioindustri yang tinggi. Daya saing dicirikan oleh tingkat efisiensi, mutu, harga dan biaya produksi, serta kemampuan untuk menerobos pasar, meningkatkan pangsa pasar, dan memberikan pelayanan yang profesional.

Kata Kunci : sistem pertanian bioindustri, padi-sapi

  Baca lebih lanjut

Mencela Itu Berbeda dengan Mengkritik

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “ (QS. Al Hujuraat :11).

“(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih” (QS. At Taubah : 79).

Cukuplah seseorang berbuat keburukan jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim.” (HR. Muslim). Baca lebih lanjut

Menulis Itu Bakat Ataukah Keahlian?

Oleh: Urip Santoso

Meskipun saya tidak melakukan survei, saya yakin bahwa di Indonesia, orang yang membaca itu lebih sedikit daripada yang tidak membaca. Dari kumpulan orang yang membaca itu hanya sebagian kecil saja yang mencoba menulis sesuatu. Dari yang mencoba menulis sesuatu itu, yang benar-benar menghasilkan karya tertulis hanya sebagian kecil saja. Dan dari yang mampu menghasilkan karya nyata, hanya sedikit yang laris manis di pasar.

Saya tidak tahu, apa yang menjadi sebab orang yang menulis itu sedikit? Barangkali budaya komunikasi lisan masih mendominasi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, dari kalangan tingkat bawah sampai tingkat atas. Banyak orang yang belum apa-apa dan belum pernah mencoba menulis sudah buru-buru berkata bahwa saya tidak bakat menulis. Benarkah menulis itu perlu bakat menulis, yang tentu nya sudah dibawa sejak lahir? Ataukah itu hanya dugaan yang tidak berdasar? Kalau kita ingat-ingat, rasanya pendidikan di Indonesia kurang melatih siswanya untuk terbiasa menulis, atau untuk menyenangi menulis. Mungkinkah sistem pendidikan kita menyebabkan siswa-siswa menjadi takut menulis, sehingga ketika diberi tugas menulis itu menjadi momok yang menakutkan? Ataukan dikarenakan dunia pekerjaan yang berkaitan dengan tulis-menulis itu hanya sedikit? Menariknya, di kalangan guru, dosen dan wartawan yang notabene pekerjaannya erat sekali dengan dunia tulis-menulis, menulis itu juga masih menjadi hantu yang cukup menggetarkan.

Baca lebih lanjut

Bagian Tersulit dalam Proposal Penelitian

Pertanyaan: Bagian dari proposal penelitian yang paling sulit, apa sebabnya dan bagaimana cara mengatasi kesulitan tersebut.

Jawab 1: Bagian artikel yang paling sulit adalah bagian materi dan metode hal ini di karenakan kita harus mengurai metode penelitian secara bertahap sesuai dengan tuntutan permasalahan yang akan dipecahkan, kita harus membuat metode yang dapat menjawab permasalahan, hipotesis dan tujuan penelitian. Disini juga dalam penulisan metode harus menyakinkan pembaca bahwa hasil penelitian natinya  dapat dipublikasikan dan di pertanggung jawabkan secara ilmiah sehingga pembaca tidak ragu lagi, di dalam penulisan metode inilah peneliti gagal dalam menunjukkan keselarasan hasil penelitian dengan metode penelitian.

Cara mengatasi permasalahan ini tentunya kita banyak belajar dari literatur – literatur jurnal ilmian Internasional dan banyak belajar dengan rekan – rekan yang telah banyak melakukan penulisan jurnal, melakukan pembahasan – pembahasan secara berkelompok.

Jawab 2: Menurut saya bagian yang tersulit dalam menyusun suatu proposal adalah pada penentuan materi dan metodologi penelitian dalam pengumpulan data, karena apabila kita salah dalam menentukan variable dan metode dalam pengujian sample maka akan menjadi masalah pada hasil dan tujuan yang akan dicapai. Metode penelitian yang digunakan menggambarkan strategi atau cara yang dilakukan untuk menjelaskan dan memecahkan masalah. Metode penelitian membicarakan mengenai tata cara pelaksanaan penelitian. Dalam metode penelitian mencakup prosedur dan teknik penelitian. Metode penelitian berisi rumusan langkah-langkah penelitian dan pendekatan yang digunakan. Baca lebih lanjut

Kiat Agar Ide Dapat Dituangkan dalam Proposal

Pertanyaan: Banyak orang yang merasa kesulitan ketika membuat proposal penelitian untuk tesisnya. Banyak ide yang sudah ada didalam pikiran, namun tidak juga mampu menuangkannya dalam suatu tulisan yang utuh. Menurut anda, apa kiatnya agar ide penelitian yang sudah ada dalam pikiran dapat dituangkan menjadi proposal yang utuh?

Jawab 1:  Kiat agar ide penelitian dapat dituangkan menjadi proposal yang utuh, antara lain sebagai berikut:

Ide adalah sesuatu yang abstrak, yang hanya ada di pikiran si pemilik ide. Ide itu takkan bisa dimengerti oleh orang lain, jika si pemilik ide tidak pernah mengungkapkan dalam sebuah bahasa atau menuangkan dalam bentuk tulisan yang bisa dimengerti. Berikut beberapa kiat agar ide bisa dituangkan menjadi proposal :

  • Segera menulis pada secarik kertas jika ada ide yang muncul secara tiba-tiba dalam pikiran kita. Untuk itu, selalu siapkan secarik kertas & alat tulis yang mudah dijangkau.
  • Banyak membaca, rajin browsing di internet, ikuti perkembangan berita dan kejadian aktual.
  • Brain Workout. Sering berlatih untuk meningkatkan daya ingat.
  • Pikirkan tentang suatu objek yang akan kita angkat sebagai masalah pada penelitian kita. Kembangkan objek tersebut dengan pola pertanyaan 5W 1H
  • Perkaya kosa kata dan wawasan yang berkaitan dengan tema dan objek penelitian kita
  • Buat kerangka tulisan (framework)
  • Mulailah menulis secara mengalir meskipun tata bahasa masih belum rapih. Jangan takut salah. Mengenai kerapihan tata bahasa dan masalah teknis penulisan bisa dirapikan kemudian. Mulailah berlatih menulis proposal. Tingkatkan frekuensi menulis.
  • Berlatih dan terus berlatih. Practice makes better.

Jawab 2: Menurut saya kiatnya agar ide penelitian yang sudah ada dalam pikiran dapat dituangkan menjadi proposal yang utuh yaitu: Baca lebih lanjut

PENGGUNAAN KULIT SINGKONG SEBAGAI PAKAN RUMINANSIA

Oleh: YANA DESKAPENA

ABSTRAK

Salah satu alternatif untuk mengatasi kekurangan pakan ternak adalah dengan menggunakan bahan pakan lokal. Di Indonesia kulit singkong sudah banyak dijadikan pakan untuk ternak ruminansia baik untuk pengemukan ataupun pembibitan. Tujuan dari penelitaian ini adalah melihat pengaruh pemberian kulit singkong sebagai pakan tambahan untuk sapi potong. Penelitian ini direncanakan selama 3 bulan, yaitu dari bulan Agustus 2016 sampai bulan November 2016. Lokasi penelitian adalah di kandang Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ). Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dan 5 ulangan, dimana pada P1 = pemberian pakan tambahan kulit singkong sebanyak 30 %, P2 = pemberian pakan tambahan kulit singkong sebanyak 40 %, dan P3 = pemberian pakan tambahan kulit singkong sebanyak 50 %. Setiap ulangan menggunakan 1 ekor sapi, jadi untuk keseluruhanya digunakan 15 ekor sapi. Bila  ditinjau  tiap  komponen  penyusun pakan,  kulit  singkong  menunjukkan  tingkat palatabilitas yang baik dan relatif lebih disukai dari  pada  bahan  lain.  Hal  ini  menunjukkan bahwa  kulit  singkong  mempunyai  peluang yang  cukup  besar  sebagai  bahan  pakan alternatif. Kesimpulan, singkong  merupakan  salah  satu  bahan pakan  alternatif  yang  potensial  untuk dikembangkan  sebagai  bahan  pakan  sumber energi.

Kata kunci : kulit singkong, sapi potong,

Baca lebih lanjut