Kontes Ayam Burgo

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kontes ayam burgo di Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Kontes dibagi menjadi dua ketegori, yaitu ayam burgo turunan yang masih sangat mirip dengan ayam hutan merah (keturunan F1, F2 dan F3) dan ayam burgo turunan yang lebih banyak karakteristik ayam kampung (F4 ke atas). Ayam burgo dinilai penampakan morfologi dan suara kokoknya. Kontes ayam burgo ini sepengetahuan saya yang pertama kali di Bengkulu. Rencananya, Pemerintah Daerah Propinsi juga akan menyelenggarakan kontes ayam burgo ini bulan Oktober 2015 mendatang.

Untuk lebih mendalami ayam burgo (brugo) dan ayam hutan merah lihat di sini. Empat jenis ayam hutan yang sudah langka di sini. Gambar ayam hutan hijau di sini. Gambar ayam hutan merah di sini. Gambar ayam hutan kelabu di sini. Ayam hutan Srilangka di sini.

Mari Kita Kembangkan Kearifan Nutrisi

Oleh: Urip Santoso

Berbeda dengan hewan, manusia selain mempunyai kebutuhan juga mempunyai keinginan. Sering kali manusia lebih mengedepankan keinginan (nafsu makan) daripada kebutuhan nutrisinya. Untuk mempertajam kearifan nutrisi, manusia memerlukan ilmu dan pengetahuan tentang nutrisi yang dibutuhkannya. Sayangnya banyak manusia yang kurang memperhatikan tentang hal ini.

Manusia seringkali lebih mengedepankan keinginan semata atau seleranya, sehingga tampak mereka kurang bisa memilih makanan mana yang lebih baik dikonsumsi. Banyak orang yang lebih memilih cabe daripada daging ayam, hanya untuk memenuhi seleranya. Banyak orang yang lebih memilih rokok daripada memilih telur untuk dikonsumsinya. Banyak orang yang lebih memilih rasa daripada nilai nitrisi suatu makanan, sehingga mereka memasak makanan lama sekali untuk mendapatkan rasa yang enak. Padahal makanan yang dimasak sangat lama akan merusak zat gizinya, sehingga nilai nitrisinya rendah dan kurang bermanfaat bagi tubuh. Baca lebih lanjut

Menulis Buku, Gimana Ya?

Mungkin saya kurang berbakat dalam dunia tulis menulis, namun dikarenakan tugas saya erat kaitannya dengan dunia tulis menulis maka saya berusaha keras untuk itu. Saya tidak tahu teori menulis buku, namun saya mencoba berbagi pengalaman menulis buku. Ada teman yang tanya, berapa saya menulis buku. Saya jawab, wah bertahun-tahun. Loh kok?

Ya, saya menulis buku memerlukan waktu yang panjang. Soalnya tidak setiap saat saya menulis. Kapan bisa saya coba corat coret. Ada yang unik menurut saya, cara saya menulis buku. Beberapa tahap saya lakukan, seperti berikut ini.

  1. Awalnya barangkali saya tidak punya tujuan menulis suatu buku. Saya hanya mencoba menulis beberapa artikel yang masih dalam satu topik.
  2. Satu demi satu saya tulis artikel tersebut untuk waktu yang tidak saya tentukan. Saya memang tidak punya target apa-apa. Kalau saya sudah tidak tertarik pada satu topik yang sama, saya lalu pindah buat artikel lain yang beda topik. Tidak apa-apa kan?
  3. Sebagian tulisan mungkin saya terbitkan di majalah atau koran, sebagian lain mungkin diterbitkan di tempat lain seperti blog, sebagian lagi disertakan dalam lomba, sebagian lain disimpan saja.
  4. Artikel-artikel yang sudah saya tulis biasanya saya baca kembali berulang kali. Nah, dalam proses ini timbullah ide menulis buku. Toh beberapa artikel seperti relevan untuk dibuat satu buku.
  5. Jika saya sudah sampai dalam tahap ini, barulah saya serius membuat buku. Tahap pertama yang saya lakukan tentu saja membuat kerangka tulisan tentatif. Mengapa tentatif? Sebab sewaktu-waktu bisa ditambah atau dikurangi.
  6. Lalu saya membaca literatur yang relevan dengan topik yang saya angkat.
  7. Selanjutnya saya coba corat-coret tidak tentu. Mana yang bisa saya tulis saya tulis. Jadi tidak berurutan dari pendahuluan sampai penutup. Loncat-loncat gitu.
  8. Kalau sudah macet baru saya berhenti. Tahapan itu terus saya lakukan.
  9. Selagi proses seperti di atas, mungkin saya sudah mulai menyunting bagian-bagian yang saya anggap sudah lengkap informasi yang dibutuhkan. Sementara di bagian lain baru terisi coretan yang berserabutan tidak karuan, dan bahkan masih ada yang kosong. Tidak apa.
  10. Kalau lagi malas nulis ya saya biarkan. Toh saya tidak punya target.
  11. Tidak jarang selagi saya menulis satu buku, saya tertarik menulis artikel yang lain. Tak apalah. Saya turuti saja. Toh percuma saja kalau saya lanjutkan.
  12. Sampai pada suatu hari ternyata tulisan saya sudah mulai berujud buku. Nah, disini saya mulai sungguh-sungguh untuk merampungkannya

Itu yang saya lakukan. Dengan cara ini, saya telah menyelesaikan kurang lebih 13 buah buku. Tujuh diantaranya sudah diterbitkan. Dua buah buku mudah-mudahan bisa diterbitkan tahun 2017 ini, aamiin. Sisanya? Entahlah!

Empat Hal yang Membuat Hidup di Dunia Bahagia

Khutbah Jum’at tanggal 30 Desember 2016 di masjid Darussalam, Perumnas mengambil topik empat hal yang membuat hidup di dunia bahagia. Berikut ringkasannya:

  1. Mempunyai pasangan yang shaleh/shalehah. Pasangan yang shaleh/shalehah tentu saja In Syaa Allah akan membentuk keluarga yang memperoleh berkah dari Allah s.w.t. Para malaikat selalu mendoakan dan atas perintah Allah akan selalu melindungi keluarga tersebut.
  2. Rumah yang luas. Rumah yang luas, bersih dan teratur dengan halaman yang luas lengkap dengan fasilitas taman, kolam renang dan fasilitas lainnya akan memberikan kenyamanan bagi yang menghuninya. Dikombinasikan dengan yang nomor satu, maka alangkah bahagianya keluarga itu.
  3. Kendaraan yang bagus. Kendaraan yang bagus akan memberikan kenyamanan dalam bepergian.
  4. Tetangga yang shaleh/shalehah. Jika memiliki tetangga yang shaleh/shalehah maka akan melengkapi kebahagiaan hidup di dunia. Mereka terhindar dari gosip, iri, dengki, hasut dan penyakit hati lainnya. Yang ada adalah saling menolong, saling memberi, saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Alangkah bahagianya kita jika kita mempunyai empat hal di atas.  Jika masyarakat taat kepada Allah s.w.t., In Syaa Alllah Allah akan melimpahkan keberkahan dari langit dan dari bumi. Kemakmuran, kesejahteraan, keberkahan, dll. akan selalu dilimpahkan Allah kepada kita. Mari kita sungguh-sungguh menciptakan suasana masyarakat yang penuh dengan ketaatan kepada Allah dan RasulNya, sehingga keberkahan selalu dilimpahkan kepada masyarakat tempat kita hidup, aamiin.

Akreditasi Universitas Bengkulu B Lagi, Mengapa?

Lenyap sudah harapan Unib terakreditasi A. Segala usaha yang melelahkan menjelang reakreditasi sepertinya sia-sia. Sepertinya para pemimpin Unib harus mengevaluasi diri mengapa bisa begitu? Ada beberapa hikmah yang bisa diambil dari kondisi ini, yaitu:

  1. seyogyanya semuanya itu direncanakan sebaik-baiknya, dan dilakukan apa yang direncanakan dengan sebaik-baiknya, tahap demi tahap. Tidak ujug-ujug menjelang akreditasi, semua sibuk, semua berpikir, semuanya dilakukan tergesa-gesa. Lalu dicarikan strategi agar bisa naik kelas. Akibatnya ya itu kita tidak naik kelas.
  2. melakukan evaluasi diri secara jujur, dan hasil evaluasi itu kemudian dijadikan pedoman untuk melakukan perbaikan. Tentu saja secara bertahap! Tidak ujug-ujug! Semua sumber daya hendaknya difokuskan untuk mencapai tujuan tersebut.

Baca lebih lanjut

Kiat Menyusun Laporan Penelitian

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar seseorang mampu menyusun laporan penelitian dengan baik, yaitu:

  • Membuat catatan harian penelitian (log book).
  • Membuat catatan penting dalam log book, yang sekiranya penting untuk dikemukakan dalam laporan penelitian.
  • Selama penelitian masih berjalan, membuat kisi-kisi yang akan dilaporkan, seperti pendahuluan, tinjauan pustaka, materi dan metode, hasil, pembahasan, simpulan sementara (hipotesis) dan daftar pustaka.
  • Menuliskan hal-hal yang sudah bisa ditulis dalam kisi-kisi tadi. Kita sudah dapat menyusun pendahuluan, tinjauan pustaka dan materi metode selama penelitian berjalan.
  • Jika selama penelitian sudah ada data, maka data tersebut segera diolah, ditabulasikan dan dianalisis.
  • Memprediksi hasil dan membuat beberapa alternatif pembahasan.
  • Jadi, ketika selesai penelitian, kita hanya mentabulasikan, mengolah dan menganalisis data yang tersisa.
  • Setelah semua data selesai diolah, kita bisa langsung melihat hasil dan pembahasan yang telah dibuat. Kita tinggal memilih alternatif pembahasan yang sesuai dengan hasil yang diperoleh.
  • Lalu kita tinggal menyempurnakan pembahasan tersebut, dan kemudian membuat simpulan dan saran.
  • Untuk memperingan tugas, kita dapat membagi tugas diantara anggota peneliti untuk menyusun laporan penelitian. Misalnya, anggota 1 membuat tinjauan pustaka, dan yang lain membuat materi dan metode, dan seterusnya.
  • Draft laporan penelitian yang sudah disusun, dimintakan kepada anggota peneliti untuk dikoreksi dan dikomentari.
  • Ada baiknya hasil penelitian tersebut diseminarkan di instituti tempat kita bekerja (jurusan) untuk memperoleh masukan dan saran.
  • Kita perbaiki laporan penelitian tersebut sesuai dengan saran dan masukkan anggota peneliti, serta masukan dari peserta seminar.

Baca lebih lanjut

Mengenali Potensi Gempabumi dan Tsunami di Provinsi Bengkulu Sebagai Upaya Mitigasi Bencana dan Tata Kelola Wilayah Pesisir

Oleh: Litman

 Abstrak

 Provinsi Bengkulu yang wilayahnya terletak di daerah pantai barat sumatera adalah termasuk daerah yang rawan akan kejadian gempabumi dan tsunami. Sebagai suatu upaya dalam pemahaman dan kesadaran masyarakat akan bencana gempabumi dan tsunami yang paling mungkin dilakukan adalah dengan mengembangkan teknik mitigasi bencana.Penanganan bencana merupakan proses yang dinamis, terpadu dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas langkah-langkah yang berhubungan dengan serangkaian kegiatan yang meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, evakuasi, rehabilitasi dan pembangunan kembali.Aktifitas mitigasi bencana sebagai upaya untuk mengeliminasi atau mengurangi kemungkinan terjadinya bencana, atau mengurangi efek dari bencana yang tidak dapat dicegah kejadiannya.

Kata kunci :Gempabumi, tsunami, mitigasi bencana Baca lebih lanjut

Kami Lebih Dekat dari Urat Leher

Dalam kesempatan ini saya akan mencoba mengkaji “kami lebih dekat dari urat (nadi) leher”. Kita tahu bahwa urat leher adalah urat yang paling dekat dengan otak manusia, yang merupakan urat nadi yang besar yang berperan sebagai pensuplai darah, yang di dalamnya terdapat sari makanan dan oksigen yang dibutuhkan oleh seluruh sel di dalam tubuh manusia. Kita tahu pula bahwa otak itu merupakan organ manusia dimana semua perintah berasal, dimana disanalah pusat berpikir manusia.

  1. Mari kita bahas QS Qoof ayat 16-17

“Dan Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” (QS. Qoff : 16 – 17) Baca lebih lanjut