Kontes Ayam Burgo

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kontes ayam burgo di Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Kontes dibagi menjadi dua ketegori, yaitu ayam burgo turunan yang masih sangat mirip dengan ayam hutan merah (keturunan F1, F2 dan F3) dan ayam burgo turunan yang lebih banyak karakteristik ayam kampung (F4 ke atas). Ayam burgo dinilai penampakan morfologi dan suara kokoknya. Kontes ayam burgo ini sepengetahuan saya yang pertama kali di Bengkulu. Rencananya, Pemerintah Daerah Propinsi juga akan menyelenggarakan kontes ayam burgo ini bulan Oktober 2015 mendatang.

Untuk lebih mendalami ayam burgo (brugo) dan ayam hutan merah lihat di sini. Empat jenis ayam hutan yang sudah langka di sini. Gambar ayam hutan hijau di sini. Gambar ayam hutan merah di sini. Gambar ayam hutan kelabu di sini. Ayam hutan Srilangka di sini.

Iklan

Era Baru Program Studi di Perguruan Tinggi

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo meminta perguruan tinggi membuka fakultas dan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan  industri. Perguruan Tinggi harus melakukan perubahan yang terkait dengan kebutuhan stakeholders, baik di dalam maupun di luar negeri. Oleh sebab itu, perguruan tinggi harus inovatif dan kreatif dalam  mewujudkan hal tersebut di atas. Presiden mencontohkan bahwa perguruan tinggi dapat membuka Fakultas Digital Economy, Fakultas Jasa Industri, Manajemen Industri dalam  Olahraga, Fakultas Industri Lifestyle, Fakultas Perkebunan jurusan Kelapa Sawit atau  bahkan Fakultas Kopi, dengan jurusan Kopi Latte atau Kopi Luak.Intinya, Presiden meminta perguruan tinggi untuk berinovasi dan berkreatif untuk mencari dan mendesain Program Studi yang relevan dengan perkembangan ipteks di kancah global. Baca lebih lanjut

Konsep Pengembangan Peternakan Rakyat

Sudah banyak konsep yang telah digulirkan baik oleh pemerintah maupun swasta untuk mengembangkan peternakan rakyat di Indonesia. Namun, meskipun konsep-konsep tersebut sangat bagus, nyatanya tidak mampu memperbaiki peternakan rakyat. Sepertinya banyak kendala untuk menerapkan konsep tersebut di masyarakat. Mengapa konsep tersebut gagal diimplementasikan? Tentunya banyak faktor yang bisa menjadi sebab.

Ada beberapa hal yang mungkin perlu dipikirkan sebelum membuat konsep pengembangan peternakan rakayat, antara lain:

  1. Budaya masyarakat setempat dan pandangan masyarakat setempat mengenai usaha peternakan. Pada umumnya, masyarakat Indonesia memelihara ternak terutama sebagai tabungan bukan sebagai usaha utama. Tentu saja hal ini mempengaruhi cara berpikir masyarakat dalam upaya pengembangan ternaknya dan model pemeliharaan ternaknya. Model pemeliharaan ternak yang dikembangkannya yang sesuai dengan kebiasaan setempat adalah meliarkan ternak mereka. Bagi mereka, ini adalah cara adalah cara yang paling efisien, dan tidak banyak menyita waktu mereka. Sewaktu-waktu mereka dapat mengambil ternaknya jika mereka membutuhkan dana. Mereka dapat konsentrasi pada usaha utama mereka, baik sebagai petani maupun usaha utama lainnya.
  2. Budaya masyarakat tersebut, tentu saja mempengaruhi cara berpikir masyarakat dalam memperlakukan ternak mereka dan upaya pengembangan ternak mereka. Mereka merasa tidak pelu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang usaha peternakan. Mereka merasa tidak perlu mengembangkan jumlah ternaknya, dan apalagi mengandangkan ternaknya. Dalam konsep mereka model pemeliharaan seperti itu adalah tidak efisien dan banyak mengeluarkan dana, padahal belum tentu menguntungkan. Jikapun ada bantuan ternak, mereka lebih memandang hal itu sebagai bantuan murni dan kurang perlu bagi mereka untuk memberi perhatian lebih terhadap bantuan tersebut. Itulah sebabnya, banyak ternak bantuan itu gagal mengembangkan usaha peternakan rakyat.
  3. Survei lokasi sasaran. Oleh sebab itu, sebelum mengembangkan konsep adalah penting melakukan survei baik lokasi, konsep masyarakat, kebiasaan masyarakat dll. agar nantinya diperoleh informasi yang lengkap tentang masyarakat Indonesia pada umumnya. Banyak proyek peternakan gagal karena konsep yang dibuatnya itu hanya berlandasan pemikiran pembuat konsep, dan tidak memadukannya dengan informasi yang holistik tentang masyarakat sasaran.
  4. Berdasarkan informasi yang holistik itu, baru kemudian dapat dibuat suatu konsep yang tepat bagi pengembangan peternakan rakyat di suatu masyarakat pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
  5. Konsep yang sudah dibuat itu perlu diujicobakan di masyarakat. Hal ini sangat penting, agar ditemukan beberapa kelemahan dari konsep tersebut, dan kemudian dilakukan perbaikkan-perbaikkan yang diperlukan. Bisa jadi konsep tersebut tidak bisa diterapkan pada semua masyarakat, sehingga perlu adanya pemilihan lokasi (masyarakat) yang tepat bagi penerapan konsep tersebut. Bisa jadi pula konsep itu perlu sedikit dimodifikasi  pada masyarakat yang spesifik.
  6. Setelah ujicoba, maka dilakukan perbaikkan konsep semua dengan fakta yang ditemukan di lapangan/masyarakat.
  7. Konsep lalu diterapkan ke dalam masyarakat yang lebih luas secara bertahap. Selama penerapan, perlu dilakukan evaluasi agar bisa dilakukan upaya perbaikkan, sehingga upaya yang dilakukan tepat sasaran dan berhasil sesuai dengan tujuan.

PENGAKTIFAN PEER GROUP DALAM MERANCANG RENCANA PENELITIAN MELALUI DISKUSI KELOMPOK DALAM WADAH KELOMPOK SECARA TERSTRUKTUR

Oleh: Urip Santoso

Manusia adalah makluk sosial. Makhluk yang selalu berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Semakin seorang individu berprestasi maka semakin banyak ia  bergantung kepada individu lain. Atau dengan kalimat lain, ia semakin banyak membutuhkan pertolongan orang lain. Sebagai contoh, ketika anda hanya sebagai dosen biasa tanpa prestasi, maka kebutuhan anda hanyalah terbatas pada hal-hal yang sederhana, yang berarti hanya membutuhkan bantuan dari sedikit individu ataupun organisasi. Akan tetapi, ketika anda mulai menapak kepada peningkatan prestasi seperti misalnya anda ingin menjadi peneliti yang andal, maka anda membutuhkan lebih banyak bantuan. Misalnya, anda  perlu bantuan orang lain dalam hal bagaimana membuat proposal yang baik, anda memerlukan penyandang dana, anda memerlukan teman sejawat anda, anda memerlukan mahasiswa anda, anda memerlukan institusi anda dan masih banyak lagi bantuan yang harus anda cari secara kreatif. Baca lebih lanjut

Wakaf dengan Uang

Pengajian minggu tanggal 11 Februari 2018 mengangkat tema tentang wakaf. Dalam pengajian tersebut diungkap beberapa hal yang barangkali sering menjadi pertanyaan umat.

Kasus 1

Seorang jamaah menyatakan bahwa ia mendapat amanah wakaf dari seseorang dengan syarat harus segera dibangun untuk kepentingan umat. Jika tidak segera dibangun, maka tanah tersebut akan ditarik kembali. Apakah ada wakaf bersyarat? Jawaban pak ustadz mengenai kasus ini adalah bahwa wakaf bersyarat itu ada dan sah. Selain itu, ada wakaf berjangka, yaitu wakaf yang mempunyai jangka waktu. Dalam kasus ini, maka pengelola wakaf  mengelola wakaf tersebut untuk diambil manfaatnya. Nah, ketika jangka waktu habis, maka pengelola sudah bisa mengembangkan manfaat wakaf tadi, meskipun wakafnya telah ditarik kembali. Oleh sebab itu, dalam wakaf harus jelas dalam akadnya.

Kasus 2

Seorang jamaah bertanya tentang atap masjid yang telah usang lalu diganti. Apakah pahala tersebut (menyumbang atap masjid) terputus? Ustadz menjawab bahwa pahalanya tidak terputus meski telah diganti. Ia mencontohkan bahwa dulu masjid Nabawi dibangun dengan bahan dari pohon kurma, sekarang sudah tidak ada. Namun, pahala yang membangun masjid dengan bahan  pohon kurma tetap mengalir. Yang penting adalah manfaat dari masjid tersebut yang tetap digunakan untuk aktivitas jamaah.

Kasus 3

Bolehkah wakaf dengan uang. Jawab ustadz ya bisa. MUI telah membuat fatwa tentang hal ini. Uang wakaf (tidak boleh berkurang) dijadikan modal untuk kegiatan yang mendukung kesejahteraan umat, seperti misalnya usaha produktif, sehingga usaha tersebut berkembang. Umat memperoleh manfaat dari uang tersebut.

Berikut ini link tentang wakaf.

wakaf

wakaf-1, wakaf-2

PENEGAKAN HUKUM, REHABILITASI DAN PELEPASLIARAN SATWA DILINDUNGI HASIL SITAAN NEGARA UJUNG TOMBAK UPAYA PENSTABILAN EKOSISTEM KAWASAN KONSERVASI

Oleh R.Tri Prayudhi

prayudhi@kampalafpunib.org

Absract

Perburuan dan perdagangan satwa liar telah mengakibatkan tidak stabilnya ekosistem suatu kawasan, yang berdampak pada kerugian atas terancam punahnya satwa-satwa yang menjadi buruan untuk diperdagangkan. Dampak perburuan juga mengakibatkan konflik antara satwa dan manusia yang berdampak juga pada kerugian bagi manusia itu sendiri. Upaya yang terpenting dalam menghentikan tindak kejahatan perburuan dan perdagangan satwa liar dilindungi ini adalah penegakan hukum yang memberikan efek jera, lemahnya penyidik dalam membuat berita acara penyidikan yang memberatkan bagi para tersangka, menjadikan putusan hukum rendah, dan hal ini tidak akan membuat para pelaku tindak kriminal ini jera, dikarenakan nilai ekonomi dari perdagangan satwa liar dilindungi dapat mencapai puluhan juta bahkan miliaran. Dampak dari perburuan dan perdagangan satwa selain konflik yang timbul, juga terjadinya perubahan perilaku pada satwa selama proses perburuan, pengakutan hingga diperdagangkan, tindakan ini merupakan bentuk kekejaman yang tidak mensejahterahkan satwa dan dapat mengakibatkan penyakit yang dapat menularkan, antara satwa dengan manusia. Selain upaya hukum yang dilakukan untuk konservasi dan pelestarian satwa liar diperlukan juga upaya rehabitasi dan pelepasliaran satwa hasil sitaan negara, yang biayanya tidak sedikit, upaya rehabiltasi dan pelepasliaran satwa hasil sitaan negara merupakan salah satu upaya penstabilan ekosistem, dengan upaya ini maka kelestarian satwa liar di alam dapat terjaga.

Kata Kunci : Penegakan hukum, perburuan satwa, perdagangan satwa, konflik satwa, pusat penyelamatan satwa, Rehabitasi satwa, ekosistem, Konsevasi

  1. PENDAHULUAN

Baca lebih lanjut

PENCEMARAN AIR SUNGAI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT SEKITAR

OLEH : DESTI ANDRIARTI, ST

ABSTRAK

Manusia memiliki kebutuhan yang akan dipenuhi dalam hidupnya. Dari kebutuhan tersebut, yang paling mendasar ialah kebutuhan fisiologis. Dalam kebutuhan fisiologis, terdapat  kebutuhan yang perlu dipenuhi yaitu kebutuhan sandang, pangan dan papan. Air merupakan salah satu hal yang termasuk di dalamnya. Kehidupan akan begitu sulit bila tidak ada air, terutama air bersih. Pasokan air dapat diambil dari berbagai sumber, salah satunya sungai. Penggunaan air yang sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Untuk keseimbangan dalam tubuh dan membantu proses metabolisme diperlukan 1,5- 2 liter aiir sehari ( Slamet, 2007  ). Didalam tubuh manusia air diperlukan untuk transportasi zat-zat makanan dalam bentuk larutan dan melarutkan berbagi jenis zat yang diperlukan tubuh. Misalnya untuk melarutkan oksigen sebelum memasuki pembuluh darah yang ada disekitar alveoli ( Mulia, 2005 ) Siklus hidrologi merupakan suatu fenomena alam. Hidrologi sendiri merupakan suatu ilmu yang mempelajari siklus air pada semua tahapan untuk dilaluinya ( Chandra,2006 ). Karena air digunakan dalam kehidupan sehari-hari, maka air sungai yang tercemar tentunya akan memberikan kerugian bagi penggunaanya. Salah satu cara yang dilakukan oleh Pemerintah dalam menanggulangi kerugian ini ialah dengan melakukan konservasi sumber daya air.

Baca lebih lanjut

Upaya Reklamasi Lahan Bekas Tambang Batubara untuk Mengurangi Dampak Lingkungan Akibat Kegiatan Pertambangan

Oleh: Trisna

ABSTRAK

Pertambangan merupakan aktivitas manusia yang dapat mempengaruhi lingkungan sehingga mengurangi fungsinya sebagai pengendali ekosistem. Kegiatan  pertambangan  merupakan kegiatan usaha yang kompleks dan sangat rumit, sarat risiko, merupakan kegiatan usaha jangka panjang, melibatkan teknologi tinggi, padat modal, dan aturan regulasi yang dikeluarkan dari beberapa sektor. Lahan pasca penambangan batubara umumnya gersang, vegetasi sulit tumbuh, dan menjadi tidak produktif. Pada saat terjadi hujan, air sulit meresap ke dalam tanah atau sebagian besar mengalir di permukaan, akibatnya air tanah berkurang dan erosi terus meningkat bahkan ancaman banjir dan longsor terus mengintai. Sangat disayangkan apabila lahan pasca penambangan batubara akhirnya  menjadi  tidak  produktif  dan  justru  mendatangkan  bencana  bagi manusia. Oleh sebab itu, lahan pasca penambangan tidak boleh ditinggalkan begitu saja dan perlu usaha serius untuk mengembalikan kondisi lahan tersebut seperti sediakala atau paling tidak mendekati keadaan semula sebelum penambangan. Upaya pemulihan untuk mengembalikan kondisi lahan pasca penambangan disebut reklamasi.

kata kunci : Pertambangan, lahan pasca penambangan, batubara, reklamasi

Pendahuluan Baca lebih lanjut